Senin, 09 April 2012

Sekedar Imajinasi

Tukimin,
Di tengah kegelapan kau datang menghampiri raga ini
Di bawah sinar sang rembulan 
Dengan memancarkan senyuman indahmu kau genggam kedua tangan ini
Saat kau menatapku, aku enggan menatapmu kembali
Semua terlalu indah

Tukimin,
Di tengah-tengah kesunyian beserta heningnya malam ini
Kau ucapkan kalimat yang telah aku duga
Kau ungkapkan segala isi perasaanmu yang selama ini terpendam di benak jiwamu
Ternyata aku tak salah telah menunggumu

Tukimin,
Suasana malam ini begitu membawaku hanyut dalam lingkaran kesenangan
Problema yang dahulu menghantuiku pun enyah terbawa angin malam
Ku ingin hentikan waktu sejenak saat bersamamu
Agar terasa lama


Puisi ini hanya khayalan belakaku saja, sesungguhnya aku tak pernah merasakan momen seindah imajinasiku. Aku pun tak pernah dicintai oleh orang yang saat ini aku cintai, aku hanya bisa memutar balikkan fakta di dalam puisi ini dan aku sangat berharap itu akan terjadi walaupun tak seindah suasana dalam bait puisiku. Aku menunggunya sampai saat ini dimulai saat empat tahun yang lalu. He is my first love (nama di atas bukan namanya, krn lg ng tau mau tulis namanya siapa jd yg kelintas aja ditulis "Tukimin"), walau kata orang dia tak pantas untukku namun ketegeran hati masih tetap ingin bertahan. Sungguh aku sangat menginginkannya, meskipun dia beranggapan aku sangat tidak penting baginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar